Menu Close

Sejarah Singkat Jeans Dan Pengaruh Sosialnya

Sejarah Singkat Jeans Dan Pengaruh Sosialnya

Tidak ada yang bisa disebut “pakaian santai” selain celana jins dan kaus oblong. Kami telah terbiasa dengan jeans denim kami, tetapi kami kurang memiliki pengetahuan tentang sejarah dan pengaruhnya sepanjang waktu jual jam mewah bekas jakarta. Kesederhanaan dan daya tarik seks merekalah yang membuat kami terpesona. Jeans pada awalnya tidak diakui sebagai simbol kenyamanan universal. Butuh waktu sampai mereka menjadi dihargai dan merevolusi fashion.

Jeans ditemukan hampir dua ratus tahun yang lalu, oleh Levi Strauss yang terkenal. Meskipun celana jins pertama ditemukan pada tahun 1860-an, perlu beberapa tahun lagi sebelum mereka terdaftar secara resmi. Pada 20 Mei 1873, Levi Strauss dan Jacob Davis memperoleh paten untuk pembuatan jeans biru.

Jeans pertama terbuat dari denim, kain tradisional untuk pakaian kerja pria. Gaya baru ini sukses instan. Gayanya dipengaruhi oleh pelaut Genoa, di mana bagian bawah yang melebar pas di atas sepatu bot. Tahukah Anda bahwa kain yang digunakan oleh Levi dikenal dengan nama Serge de NĂ®mes, kain yang sangat populer di Prancis. Dari sinilah istilah ‘denim’ berasal. Celana itu diwarnai dengan nila dan inilah mengapa diberi nama ‘blue jeans’. Levi jeans menjadi populer di kalangan kelas pekerja. Penambang, koboi, penebang pohon, pekerja pabrik, petani atau pekerja pabrik semuanya menyukai jeans karena tahan lama dan nyaman.

Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, 2 perusahaan besar jean mencoba untuk memanfaatkan pasar. Ini adalah H.D. Lee Mercantile Company, didirikan di Kansas, AS pada tahun 1898, dan Western Garment Company (GWG), didirikan di Edmonton, Alberta, Kanada, pada tahun 1911. Keduanya berkembang seiring waktu dan pada tahun 1960-an keduanya juga memproduksi pakaian kasual. Pada tahun 1963 Levi Strauss & Co membeli 65% GWG.

Jeans membawa lebih banyak kesetaraan antar jenis kelamin daripada yang dapat Anda bayangkan. Pada tahun 1870-an wanita yang bekerja berdampingan dengan pria di peternakan atau tanaman juga memutuskan untuk memakai jeans. Bintang wanita Rodeo atau cowgirls juga digambarkan mengenakan jeans. Pada tahun 1930, majalah Vogue memasang iklan dengan 2 wanita masyarakat mengenakan jeans, menggambarkan gaya sebagai ‘Western chic’. Jeans juga dipandang sebagai simbol perjuangan melawan perbedaan seksual.

Jeans menjadi simbol pemberontakan kaum muda pada dekade 1950-60an. Terinspirasi oleh bintang-bintang Hollywood yang menggambarkan karakter pemberontak yang mengenakan jeans, anak-anak mulai mengadopsi mode ini. Setelah tahun 1960, jeans menjadi lebih populer di kalangan remaja dan kurang populer di kalangan orang dewasa. Tetapi ledakan gaya baru memastikan bahwa pakaian yang nyaman ini akan tetap ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *